Jumat, 03 Juli 2026

UAS Keamanan Sistem Informasi Implementasi Infrastruktur dan Keamanan Aplikasi Web pada Windows Server 2003,

  


Pada tahap pertama dilakukan implementasi Apache Web Server menggunakan XAMPP sebagai web server lokal. Seluruh file aplikasi yang diberikan dosen disalin ke dalam folder htdocs sehingga dapat diakses melalui browser menggunakan alamat localhost. Setelah proses penyalinan selesai, dilakukan pengujian dengan membuka aplikasi melalui browser. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi berhasil dijalankan dan halaman dashboard dapat ditampilkan dengan baik.


Pada tahap ini dibuat sebuah Virtual Hard Disk (VHD/VDI) berukuran 15 GB menggunakan Oracle VirtualBox. Setelah hard disk virtual berhasil dibuat, media tersebut dipasang (attach) ke mesin virtual Windows Server 2003.

Selanjutnya dilakukan proses:

  • Inisialisasi Disk
  • Konversi ke MBR
  • Pembuatan Partisi
  • Format menggunakan sistem file NTFS

Setelah proses selesai, drive baru berhasil dibuat dan siap digunakan sebagai media penyimpanan.



Setelah Virtual Hard Disk selesai dibuat, hard disk tersebut dipasang (Attach) ke mesin virtual Windows Server 2003 sehingga nantinya dapat dikenali oleh sistem operasi.


Windows Server mendeteksi hard disk baru kemudian dilakukan proses Initialize Disk menggunakan tipe partisi MBR (Master Boot Record) sehingga disk siap digunakan.


Setelah proses inisialisasi selesai, dibuat partisi baru kemudian dilakukan proses format menggunakan sistem file NTFS agar media penyimpanan dapat digunakan oleh Windows Server.


Tahap ini dilakukan konfigurasi koneksi database pada file koneksi.php. Parameter host, username, password, dan nama database disesuaikan agar aplikasi dapat terhubung dengan MySQL menggunakan database apis.





Password administrator diubah menggunakan algoritma hash MD5 melalui query SQL sehingga password tidak lagi disimpan dalam bentuk plaintext. Langkah ini bertujuan meningkatkan keamanan proses autentikasi pengguna.



Setelah password berhasil diubah menjadi MD5, dilakukan pengujian login. Hasilnya aplikasi berhasil melakukan autentikasi dan pengguna dapat masuk ke halaman dashboard, sehingga proses perubahan password dinyatakan berhasil.



File index.php dimodifikasi dengan menambahkan identitas mahasiswa pada halaman login sesuai instruksi soal. Perubahan dilakukan menggunakan Visual Studio Code.


Tahap terakhir dilakukan proteksi terhadap file index.php menggunakan perintah:

attrib +R index.php

Perintah tersebut memberikan atribut Read Only pada file sehingga tidak dapat dimodifikasi secara langsung tanpa menghapus atribut tersebut terlebih dahulu menggunakan:

attrib -R index.php

Pemberian atribut Read Only merupakan salah satu bentuk perlindungan integritas file pada Windows.


Berdasarkan seluruh tahapan yang telah dilakukan, implementasi keamanan aplikasi web pada Windows Server 2003 berhasil diselesaikan sesuai dengan instruksi soal. Proses dimulai dari implementasi Apache Web Server, pembuatan Virtual Drive Storage, konfigurasi database MySQL, penerapan enkripsi password menggunakan algoritma MD5, hingga perlindungan file aplikasi menggunakan atribut Read Only. Seluruh pengujian menunjukkan bahwa aplikasi berjalan dengan baik, database berhasil terhubung, autentikasi berhasil menggunakan password yang telah di-hash, serta halaman web berhasil dimodifikasi dan diamankan. Dengan demikian, sistem memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan kondisi awal.